Renang Gaya Dada


Gaya dada biasa disebut sebagai gaya berenang yang paling mudah sekaligus paling nyantai. Hanya saja, paling lambat. Namun, saya ingin mengatakan bahwa gaya ini juga bisa cepat jika diperagakan dengan baik. Setidak-tidaknya bisa lebih cepat daripada gaya lain yang sebetulnya lebih cepat namun diperagakan dengan salah.
Gaya dada sebetulnya ada dua macam: gaya dada untuk sprint dan gaya dada untuk distance-swimming. Gaya dada jenis pertama lebih mengutamakan kecepatan, sedangkan jenis yang kedua lebih mengutamakan penghematan energi. Salah satu pembeda diantara keduanya adalah eksploitasi terhadap luncuran, yakni saat dimana tubuh dalam keadaan streamline, kedua kaki lurus rapat, kedua tangan menjulur lurus rapat ke depan, dan kepala berada didalam air dengan pandangan menghadap ke dasar kolam. Pada gaya dada untuk sprint, Anda tidak harus meluncur. Sebaliknya, Anda ingin segera mengambil langkah baru, karena yang demikian ini akan membuat Anda lebih cepat meskipun lebih melelahkan. Namun pada gaya dada untuk distance-swimming, Anda benar-benar menikmati luncuran karena hal tersebut akan menghemat tenaga dan membuat Anda merasa nyantai.
Meski demikian, ada beberapa prinsip yang tidak berbeda antara kedua jenis gaya dada yang ada. Yang pertama, gerakan kaki. Dalam gaya dada, gerakan kaki mengambil peran yang sangat signifikan dalam menciptakan gaya dorong kedepan. Gerakan kaki dalam gaya dada berturut-turut adalah: 1) posisi rapat lurus – 2) kaki ditekuk – 3) kedua kaki direnggangkan  – 4) kedua kaki diluruskan dan dirapatkan kembali (dilakukan secara akseleratif) sehingga kembali pada posisi lurus rapat.
Yang kedua, gerakan lengan. Secara berturut-turut, gerakan lengan dalam gaya dada adalah: 1) lurus rapat kedepan dengan kedua telapak tangan bertemu satu sama lain – 2) kedua lengan sedikit direnggangkan selebar bahu dengan telapak tangan menghadap ke arah dasar kolam – 3) mengayuh, dengan lengan atas ditarik ke belakang dengan tetap dijaga tinggi (high-elbow) sementara lengan bawa membentuk sudut 90 derajat terhadap lengan atas  – 4) kedua telapak tangan ditarik ke depan dada, lalu kedua tangan kembali diluruskan ke arah depan sampai kedua telapak tangan bertemu satu sama lain. Perhatikan, selama keseluruhan gerakan tangan, jari-jari tangan harus dalam keadaan rapat untuk mengurangi tahanan air dan pada saat yang sama menambah gaya dorong ke depan sewaktu mengayuh.
Yang ketiga, kesesuaian antara gerakan kaki dan gerakan tangan. Kesesuaian ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan kecepatan. Salah satu yang terpenting adalah, kedua lengan Anda harus lurus rapat ketika kedua kaki Anda juga lurus rapat. Ini adalah kondisi streamline dimana Anda meluncur akibat gaya dorong yang ada. Semakin streamline tubuh Anda, semakin kecil tahanan air, sehingga semakin jauh pula Anda akan bergerak ke depan.
Disamping ketiga hal diatas, ada hal lain yang juga harus Anda perhatikan, yakni jangan terlalu lama menyembulkan diri keatas permukaan air. Artinya, begitu kepala Anda menyembul keatas permukaan air dan Anda mengambil nafas, sesegera mungkin masukkan kembali kepala Anda kedalam air dengan cara segera menyorongkan kedua lengan lurus ke depan (entry).
Soal mengambil nafas, biasanya memang nafas diambil setiap langkah (yakni, setiap satu ayunan kaki). Namun, Anda mungkin juga baru mengambil nafas setelah dua atau bahkan tiga ayunan kaki. Caranya, lakukanlah ayunan kaki tambahan sewaktu Anda dalam keadaan meluncur.
Adapun drill yang bisa dilakukan untuk renang gaya dada antara lain sebagai berikut. Pertama, dengan menggunakan pelampung tangan, lakukan gerakan kaki gaya dada (gerakan kaki katak). Kedua, dengan menggunakan pelampung tungkai, lakukan gerakan lengan gaya dada. 

No comments:

Post a Comment